Assalamu'alaikum Saudara Tawazun..
kali ini Kami mencoba untuk menjelaskan mengenai hal yang mungkin sering tidak kita sadari bahwa kita melakukannya. Ya mungkin Saudara sekalian tahu apa itu Facebook. Kami disini tidak untuk memperlihatkan keburukan dari facebook. Facebook yang kita kenal sebagai media atau jejaring sosial yang menghubungkan kita dengan teman lama yang nun jauh di tempat lain. Tetapi,lain hal mengenai update status.
Status Facebook
Status yang kita lihat saat ini sedikit sekali yang mungkin memberi manfaat kepada orang lain. Bahkan banyak dari Teman di Facebook kita yang update setiap mereka melakukan aktifitas. Bayangkan saja jika setiap orang mengupdate setiap kali ia beraktifitas bahkan secara detail sampai hal yang seharusnya tidak dipublikasikanpun diupdate melalui jejaring sosial.. contoh saja seperti ini.
hal yang seperti itu sungguh tidak wajar jika kita pikir secara rasional untuk dipublikasikan, Ana sempat berfikir 'n' mencoba mencari dan Alhamdulillah belum menemukan Teman Ana di Facebook yang update status ketika shalat. Bayangkan saja apabila saudara kita ketika shalat update status seperti ini
"Duh Lagi rakaat kedua nih... Imam nya nyebelin ikh. lama buanget surah nya.."
Sungguh Terlalu jika H. Rhoma Irama yang berkomentar.
Menceritakan Aib Saudara/Teman
Banyak yang telah kita tulis di jejaring sosial, tapi adakah yang menyadari bahwa banyak sekali teman yang anda punya di akun anda tersebut. Tanpa sadar mungkin dari kita banyak yang menulis hal baik dan bermanfaat bagi Temannya. Akan tetapi, tidak sedikit juga yang menulis aib saudara/teman mereka sendiri,
Padahal Allah melarang dengan keras bagi kita yang menyebarkan aib orang lain. hal tersebut dapat kita lihat pada surah An-Nur Ayat 19 ;
إِنَّ الَّذِيْنَ يُحِبُّوْنَ أَنْ تَشِيْعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِيْنَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ
“Sesungguhnya orang-orang yang menyenangi tersebarnya perbuatan keji2 di kalangan orang-orang beriman, mereka memperoleh azab yang pedih di dunia dan di akhirat….” (An-Nur: 19)
Wahai saudara tawazun yang dirahmati Allah, sungguh disayang kan saat ini banyak sekali remaja yang tidak sajar akan hal yang akan menimpanya karena hal yang mereka tulis. Mereka juga secara terang-terangan menguak aib mereka sendiri di jejaring sosial. suatu hal yang sangat tidak wajar dilakukan umat Muslim yang beriman, padahal Allah telah menutupi aib yang mereka buat. Seperti yang disabdakan Rasulullah SAW :
وَعَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: ((كُلُّ أُمَّتِى مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِيْنَ، وَإِنَّ مِنَ الْمُجَاهِرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا، ثُمَّ يُصْبِحُ وَقَدْ سَتَرَهُ اللهُ عَلَيْهِ فَيَقُوْلُ: يَافُلَانُ عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَ، وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ، وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللهِ)) متفق عليه
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Seluruh umatku akan diampuni dosa-dosa kecuali orang-orang yang terang-terangan (berbuat dosa). Di antara orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa adalah seseorang yang pada waktu malam berbuat dosa, kemudian di waktu pagi ia menceritakan kepada manusia dosa yang dia lakukan semalam, padahal Allah telah menutupi aibnya. Ia berkata, “Wahai fulan, semalam aku berbuat ini dan itu”. Sebenarnya pada waktu malam Tuhannya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi justru pagi harinya ia membuka aibnya sendiri yang telah ditutupi oleh Allah. (Muttafaq ‘alaih HR: Bukhari dan Muslim).
Semoga Saudara Tawazun yang telah mengetahui hal ini dapat mengambil makna dari artikel ini. Perbanyaklah Beristighfar.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb. (Alrizki)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar